Saturday, July 19, 2008

MENYUSUN RENCANA USAHA

Menyusun Rencana Usaha serng kali disebut juga sebagai Studi Kelayakan Bisnis, maksudnya adalah mempelajari apakah suatu bisnis itu dipelajarai dan dianalisa apakah bisnis yang kita rencanakan layak atau tidak untuk dijalankan. Proses Studi Kelayakan Bisnis selanjutnya disingkat “SKB” yaitu melaksanakan kajian terhadap aspek – aspek yang ada dalam SKB yaitu dengan melaksanakan pencarian data, menganalisa dan menarik kesimpulan dari analisa data pada setiap aspek. Penggunaan alat analisa dan data perlu dipilih yang paling sesuai dengan kondisi bisnis yang akan dijalankan.

Hal yang perlu di analisis pada setiap aspek berbeda satu dengan yang lainnya, demikian pula data yang perlu diperoleh juga sangat tergantung pada jenis usaha yang dijalankan oleh karena itu disarankan dalam mencari data yang diperlukan untuk lebih dulu dibuat daftar dan jika perlu disusun pertanyaan jika data yang diperlukan memerlukan pencarian data primer atau bisa saja menggunakan data sekunder dari hasil penilaian atau pencatatan dari sumber yang dapat dipercaya .

Ada tiga langkah dalam proses melaksanakan studi kelayakan proyek yaitu :

1. Menentukan Tujuan dari masing – masing aspek;

2. Mencari informasi dan data yang diperlukan dan ;

3. Menganalisa sejumlah informasi dan data yang diperoleh disesuaikan dengan tujuan dari masing – masing aspek.

Di bawah ini akan diberikan semacam pedoman untuk melakukan analisa dan memperoleh data dari setiap aspek akan mencakup :

1. Tujuan Aspek

2. Hal – hal pokok yang perlu di analisa dan ;

3. Data yang diperlukan

1. Aspek Pasar dan Pemasaran

a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui Bentuk Pasar yang akan dimasuki baik pasar Produsen maupun pasar konsumen

2. Mengukur dan meramal Permintaan dan Penawaran

3. Mengukur Peluang Pasar dan Proyeksi Penjualan

4. Memahami Segmentasi – Target- Posisi Produk di Pasar

5. Sikap, Perilaku dan Kepuasan Konsumen

6. Program Pemasaran

a. Analisa Persaingan

b. Strategi Pemasaran

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Bentuk pasar yang akan dipilih, apakah pasar Konsumen atau Produsen

2. Memperkirakan perkembangan Permintaan dan Penawaran serta akhirnya melihat peluang yang ditawarkan, yaitu dengan membandingkan Permintaan dan Penawaran, Peluang ini akan memberikan perkiraan bagi kita untuk memproyeksikan penjualan yang kita inginkan.

3. Perlunya menentukan Segmen, Target dan Posisi kita dipasar

4. Perlu menganalisa sikap, perilaku dan Kepuasaan Konsumen yang diinginkan

5. Dengan kemampuan menganalisa pesaing maka kita bisa merencanakan program pemasaran dan menentukan strategi pemasaran.

6. Biaya untuk pemasaran atau perlunya saluran distribusi

c. Data yang diperlukan

1. Bentuk pasar yang ada pada produk yang akan kita jual

2. Data Permintaan dan Penawaran Waktu lampau, atau hal lain yang bisa digunakan untuk mengestimasikan jumlah permintaan dan penawaran

3. Informasi tentang strategi penjualan produk yang kita tawarkan dan strategi yang dapat dipilih. Sebaiknya dapat mengetahui strategi penjualan dari para pesaing sehingga bisa mengantisipasi.

4. Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk aspek ini

2. Aspek Teknik dan Teknologi Produksi

a. Tujuan Aspek

1. Menentukan Produk baik jenis, manfaat dan lain- lainnya

2. Mampu membuat skema Proses produksi sehingga dapat memperjelas cara membuat produk.

3. Membuat Perencanaan plant site

4. Menentukan dan menginvetarisasi Mesin dan peralatan yang akan digunakan.

5. Menentukan Lokasi perencanaan

6. Membuat Rencana lay out

7. Membuat atau merenovasi Bangunan dan fasilitas

8. Mengetahui dan menentukan jumlah Bahan baku dan bahan penunjang, serta ketersediaan bahan.

9. Menentukan Ketersediaan/penggunaan berbagai fasilitas

10. Merencanakan penangan Pembuangan limbah/amdal

11. Merencanakan Ongkos produksi baik biaya tetap maupun variabel.

12. Menentukan tenaga kerja baik persyaratan, kualifikasi dan kompensasi yang berkaitan dengan proses produksi

13. Membuat jadwal pengoperasian dan mulai awal produksi

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Produk yang akan diproduksi

2. Proses

3. Plant site

4. Kebutuhan bahan

5. Perencanaan Lay out

6. Fasilitas yang dibutuhkan

7. Tenaga Kerja

8. Jadwal

c. Data yang diperlukan

1. Ketersediaan Bahan

2. Ketersediaan Mesin dan Peralatan

3. Ketersediaan Tenaga Kerja

4. Persyaratan Bangunan

5. Biaya – Biaya yang dikeluarkan pada aspek ini

3. Aspek Manajemen dan Organisasi

a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui Identitas Proyek/Bisnis ( Nama, Bentuk Badan Usaha, Pelaksana, Pemilik, Proponen dll)

2. Mengetahui persyaratan dan Menentukan Legalitas Proyek/Bisnis (Badan Hukum, NPWP, SIUP dll )

3. Membuat Pengorganisasian (termasuk struktur, tugas dan wewenang)

4. Membuat Analisa Pekerjaan

5. Merencanaan SDM(jumlah tenaga yang dibutuhkan, persyaratan/kualifikasi, rekrutmen dan seleksi, kompensasi, keselamatan dan kesehatan kerja, pelatihan dll)

6. Merencanaan kegiatan dan Penjadwalan Kegiatan

d. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Efisiensi dan Efektifitas Organisasi

2. Efisiensi dan Efektifitas Tenaga Kerja yang diperlukan

3. Analisa pekerjaan dan jabatan

4. Analisa kegiatan dan Jadwal

e. Data yang diperlukan

1. Bentuk organisasi yang efisien dan efektif

2. Ketersediaan Tenaga Kerja yang dibutuhkan

3. Upah Regional Minimum/standar penggajian

4. Peraturan pendidirian Badan Usaha

5. Peraturan ketenaga Kerjaan

6. Biaya – Biaya yang harus dikeluarkan pada aspek ini

4. Aspek Perpajakan

a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui pajak – pajak yang menjadi kewajiban

2. Menentukan jumlah pajak yang akan dibayarkan

a. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Peraturan Perpajakan

2. Masalah pajak dan restitusinya

b. Data yang diperlukan

1. Undang – undang perpajakan

2. Peraturan pengisian SPT

3. Pajak yang dibayarkan oleh Perusahaan

5. Aspek Keuangan

a. Tujuan Aspek

0 Mengetahui dan Menentukan Kebutuhan Dana dan Sumbernya

1 Menentukan Alokasi dana ( untuk Investasi atau aset tetap, dana operasional (working capital), Kas, biaya – biaya operasional lainnya )

2 Menganalisa Biaya Modal

3 Membuat Asumsi – asumsi yang digunakan dalam membuat proyeksi perhitungan keuangan.

4 Proyeksi Laporan Keuangan ( Laporan Rugi/Laba, Laporan Arus Kas, Laporan Neraca, Internal Rate of Return)

5 Analisa Keuangan ( minimalnya Pay Back Period, NPV, Profitabilitas)

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Kebutuhan Modal/ Dana

2. Biaya Modal

3. Analisa Keuangan dan Laporan keuangan

c. Data yang diperlukan

1. Lembaga Sumber Dana dan alternatifnya

2. Jumlah Dana

3. Prosedur dan persyaratan permodalan

4. Indikator – indikator ekonomi seperti inflasi, bunga dll

5. Dasar – dasar pembiayaan.

6. Aspek Sosial Ekonomi

a. Tujuan Aspek

1. Aspek Ekonomi

a. Distribusi Nilai Tambah

b. Ketenaga Kerjaan

c. Hambatan dan dukungan

2. Aspek Sosial

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Nilai tambah

2. Hambatan dan dukungan

c. Data yang diperlukan

1 Kondisi ekonomi

2. Lembaga yang terkait


Download Kewirausahaan Klik disini

Blogged with the Flock Browser

Monday, July 14, 2008

Mengapa Profesionalisme Guru Diperlukan?



Mutu dan kualitas pendidikan saat ini sering menjadi pertanyaan, apalagi jika sudah menyangkut masalah kualitas output maupun outcome.
Memang perkara kualitas dalam pendidikan merupakan salah satu isu utama diantara masalah – masalah pokok seperti yang ditegaskan oleh Tilaar (1991) dalam Achmad Munib (2007) menyatakan bahwa dunia pendidikan kita mengalami 5 krisis pokok yaitu : (1) kualitas; (2) relevansi; (3) elitisme; (4) manajemen; (5) pemerataan pendidikan.
Dalam Proses Belajar Mengajar, guru merupakan aktor utama yang langsung menjalankan proses pembelajaran oleh karena itu, Guru dianggap sebagai pemegang kunci utama dalam keberhasilan proses pembelajaran sering menjadi sasaran utama dalam komplain tersebut. Hal ini sesuai yang diisyaratkan dalam pasal 39 ayat 2 dalam UU
Pendidikan Nasional yaitu “ Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.
Sebagai posisi dan peran sentral maka guru adalah tenaga profesional yang mana Profesionalisme guru biasanya diukur dengan adanya tingkat kompetensi yang dimiliki oleh guru, tentang kompetensi ini Mas’ud Abdurrahman, (2003:194), seorang guru harus memiliki kompetensi dasar seperti : (1) menguasai materi atau bahan ajar; (2) antusiasme, dan; (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik, sedangkan secara peraturan dalam pasal 8 UU Guru dan Dosen secara eksplisit menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Jelas tuntutan kualitas merupakan suatu hal yang ingin dicapai, dengan demikian maka profesionalisme guru harus diupayakan agar sesuai dengan standar yang mampu mengantarkan pada kualitas hasil. Ironinya banyak masalah profesionalisme ini yang belum dipahami, bahkan oleh kalangan guru itu sendiri. Dengan tidak dipahaminya tentang profesionalisme ini maka tentu saja akan menghambat dalam proses menuju guru profesionalisme

Ingin download artikel ini dalam format *.pdf silahkan klik di SINI

Mengapa Profesionalisme Guru Diperlukan?


Mutu dan kualitas pendidikan saat ini sering menjadi pertanyaan, apalagi jika sudah menyangkut masalah kualitas output maupun outcome.

Memang perkara kualitas dalam pendidikan merupakan salah satu isu utama diantara masalah – masalah pokok seperti yang ditegaskan oleh Tilaar (1991) dalam Achmad Munib (2007) menyatakan bahwa dunia pendidikan kita mengalami 5 krisis pokok yaitu : (1) kualitas; (2) relevansi; (3) elitisme; (4) manajemen; (5) pemerataan pendidikan.

Dalam Proses Belajar Mengajar, guru merupakan aktor utama yang langsung menjalankan proses pembelajaran oleh karena itu, Guru dianggap sebagai pemegang kunci utama dalam keberhasilan proses pembelajaran sering menjadi sasaran utama dalam komplain tersebut. Hal ini sesuai yang diisyaratkan dalam pasal 39 ayat 2 dalam UU

Pendidikan Nasional yaitu “ Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.

Sebagai posisi dan peran sentral maka guru adalah tenaga profesional yang mana Profesionalisme guru biasanya diukur dengan adanya tingkat kompetensi yang dimiliki oleh guru, tentang kompetensi ini Mas’ud Abdurrahman, (2003:194), seorang guru harus memiliki kompetensi dasar seperti : (1) menguasai materi atau bahan ajar; (2) antusiasme, dan; (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik, sedangkan secara peraturan dalam pasal 8 UU Guru dan Dosen secara eksplisit menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Jelas tuntutan kualitas merupakan suatu hal yang ingin dicapai, dengan demikian maka profesionalisme guru harus diupayakan agar sesuai dengan standar yang mampu mengantarkan pada kualitas hasil. Ironinya banyak masalah profesionalisme ini yang belum dipahami, bahkan oleh kalangan guru itu sendiri. Dengan tidak dipahaminya tentang profesionalisme ini maka tentu saja akan menghambat dalam proses menuju guru profesionalisme

Sunday, July 13, 2008

Mengapa Perlu Rencana Usaha ?

Dalam ilmu manajemen mengapa Rencana menjadi point pertama ?, coba lihat konsep manajemen dari siapapun mulai dari Taylor sampai penulis buku manajemen dimana saja, Perencanaan menjadi pilar utama dalam mengelola apapun.
Alasannya karena perencanaan merupakan blueprint, buffer, sakaguru ataupun kompas dalam melakukan kegiatan.
Dalam pelajaran kewirausahaan salah satu karakteristik untuk menjadi wirausaha adalah mau dan mampu bermimpi. Dalam hal ini mimpi harus dijadikan kenyataan melalui pembuatan rencana usaha.
Mengapa demikian ?, karena dengan merencanakan satu usaha yang qualified maka kita tinggal melangkah dalam keseriusan, tentunya harus membuat satu bentuk perencanaan yang aplikatif, inovatif sehingga kita tinggal membuka rencana tersebut pada saat melaksanakan kegiatan.
Jadikan rencana sebagai rambu - rambu dalam melaksanakan kegiatan" dodolan" (usaha), dengan membuat rencana yang qualified maka separo perjalanan usaha kita sudah terlampaui.
Oleh karena itu rencana jadikanlah kegiatan paling awal sebelum yang lainnya.

SEKAPUR SIRIH

Ada 6 enam pertanyaan kunci yang sering muncul yaitu What, Who,Why,Where,When, and How, sebenarnya hal ini merupakan bagian dari epistimologi dimana manusia ingin mengetahui diri dan lingkungannya, dalam blog ini berasumsi orang sudah banyak tahu untuk itu akan lebih banyak dikupas tentang Why and Hownya.
Banyak aneka problema dalam kehidupan masyarakat terutama yang berhubungan dengan "dodolan" (usaha) oleh karena itu tulisan artikel dalam blog ini tentang pernak - pernik usaha.
Walau demikian hal lain juga akan di diskusikan juga tentunya yang berkaitan dengan "dodolan".
Demikian Mudah- mudahan bisa bermanfaat, kalau tidak ya que sera sera
DARI KANG PAWIRO SEMPRUL

Renungan

Siapa yang mengejar angin adalah mengejar kesia - siaan,

Ana Pandhita akarya wangsit
Mindha kombang angajab ing tawang
Susuh angin ngendi nggone
Lawan galihing kangkung
Golek Banyu apikulan warih
Golek Geni sarwi adedamar


PENGUMUMAN PENGGUNA

Assalamualaikum blog ini untuk Komunikasi yang mengambil mata kuliah yang diampu,meski demikian jika ada yang merasa ada manfaat yang diperoleh siapapunboleh
wassalamualaikum
Kang Pawiro

Sponsored Ads Here